SRI AJI JOYOBOYO KEDIRI

Pamuksan Sri Aji Joyoboyo terletak di Desa Menang, Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Pamuksan ini adalah tempat semedi raja dari kerajaan Kediri, yitu Raja Joyoboyo.  Disebut Pamuksan karena menurut legenda, Joyoboyo tidak dikatakan meninggal tetapi Ia muksa yaitu menghilaang bersama jasadnya. Pamuksan ini terletak 15 Km dari pusat kota Kediri.

Dalam Pamuksan ini dibagi menjadi  Loka Muksa, Loka Busana, Loka Makuta dan sendang Tirtokamandanu. Loka Muksa dianggap sebagai tempat muksanya Prabu Jayabayaa. Loka Busana merupakan tempat busana. Loka Makuta berarti tempat mahkota. Sedangkan sendang  tirtokamandanu merupakan pemandian yang digunakan oleh Joyoboyo sebelum Ia muksa.

Ketika kita masuk ke Pamuksan ini kita akan disambut gerbang bertuliskan “Mustika Pamenang, Petilasan Sang Prabu Sri Adji Djojobojo”.  Didalam area Pamuksan terdapat banyak prasasti-prasasti. Diantaranya menceritakan tentang pemugaran situs oleh Keluarga Besar Hondodento dari Yogyakarta, yng dilakukan pada 22 Februari 1975 dan diresmikan pada tanggal 17 April 1976. Ada juga prasasti Hantang, atau biasa juga disebut prasasti Ngantang, terdapat semboyan Panjalu Jayati, yang artinya Kediri menang. Prasasti ini dikeluarkan sebagai piagam pengesahan anugerah untuk penduduk desa Ngantang yang setia pada Kediri selama perang melawan Jenggala. Dari prasasti tersebut dapat diketahui kalau Jayabaya adalah raja yang berhasil mengalahkan Jenggala dan mempersatukannya kembali dengan Kediri. Kemenangan Jayabaya atas  Jenggala  disimbolkan sebagai kemenangan Pandawa atas Korawa dalam kakawin Bharatayuddha yang digubah oleh empu Sedah dan empu Panuluh tahun 1157.

Yang juga mencuri perhatian adalah adanya Ramalan Jayabaya. Ramalan Jayabaya, adalah ramalan tentang keadaan Nusantara di suatu masa pada masa datang. Dalam Ramalan Jayabaya itu dikatakan, akan datang satu masa penuh bencana.Gunung-gunung akan meletus, bumi berguncang-guncang, laut dan sungai, akan meluap. Ini akan menjadi masa penuh penderitaan. Masa kesewenang-wenangan dan ketidakpedulian. Masa orang-orang licik berkuasa, dan orang-orang baik akan tertindas.Tapi, setelah masa yang paling berat itu, akan datang zaman baru, zaman yang penuh kemegahan dan kemuliaan. Zaman Keemasan Nusantara. Dan zaman baru itu akan datang setelah datangnya sang Ratu Adil, atau Satria Piningit.Ramalan Jayabaya. ditulis ratusan tahun yang lalu, oleh seorang raja yang adil dan bijaksana di Mataram. Raja itu bernama Prabu Jayabaya (1135-1159). Ramalannya kelihatannya begitu mengena dan bahkan masih diperhatikan banyak orang ratusan tahun setelah kematiannya.

35 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *