PESANTRENKU YANG TERGUSUR

Minggu 26/11/2017 A. Basuki Babussalam yang sekarang menjabat sebagai salah satu Anggota DPR propinsi Jawa Timur bersama keluarga, menyempatkan diri untuk menyambangi pondok pesantren Islam Al-Maun 2 yang terletak di Jl. Sumur Agung Dsn. Jomlang Ds. Asmorobangun Kec. Puncu Kab. Kediri. Wilayah ini terkenal dengan minimnya persediaan air. Bagaimana tidak, sewaktu solat berjamaah di dalam pesantren, di kamar mandi mushola tak ada satu tetes air sama sekali. Jika ingin berwudhu harus mengantri pada selang yang terhubung dengan pompa air langsung yang aliran airnya tidak begitu besar dan ini yang menjadikan pesantren seakan – akan tergusur.

Di samping menyantuni anak yatim, Pak Bas juga menemui jajaran pengurus pondok pesantren tersebut yang diwakili oleh Pak Abu dan Pak Azis, di sela bincang – bincang Pak Aziz berkata “Dulu sebelum Pesantren ini ada bila ada orang berangkat berjamaah solat Jum´at itu di tertawai karena islam di sini belum berkembang”.

Sejak usia 3 tahun Pak Bas sudah menjadi anak yatim sehingga beliau juga bisa merasakan keluh kesah yang di rasakan anak yatim yang berada di pondok pesantren tersebut yang kurang mendapatkan kasih sayang dari keluarga.

Pesantren Islam Al-Maun 2 menampung anak – anak yatim tidak mampu yang sekarang berjumlah 21 anak dan kondisi fasilitas sangat memprihatinkan seperti dapur dan persediaan air yang masih sulit untuk di dapat dan masih mengunakan sumur umum yang merupakan peninggalan zaman Belanda.

Kedatangan Pak Bas di pesantren Islam Al-Maun 2 di sambut hangat oleh pengurus pondok pesantren Islam Al-Maun 2 dan meminta bisa membantu dalam pengeboran sumur dan rehab dapur sehingga pesantren bisa beroperasi dengan mudah dan lancar dalam kesehariannya. Dan Pak Bas berkata  “Bismillahirrahmanirrahim siap membatu”.

Kendala selanjutnya adalah anak-anak yang harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk menuntut ilmu. Karena dilingkungan pondok ini belum tersedia sarana dan prasarana untuk pembelajaran formal seperti SD, SMP dan SMA. Harapan kedepannya Pak Aziz dan Pak Bas menginginkan adanya sekolah bertaraf internasional dan mencetak hifidz dan hafizah Al Quran.

122 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *