Sejarah Dan Makna Hari Ibu 22 Desember

Ketika Bangun pagi kita sering dibangunkan oleh Ibu, memakai baju sang ibu sudah menyiapkan baju, mau makan kita tak tahu akan masak apa atau belanja apa ? tahu – tahunnya makanan sudah siap di meja makan, saat kita mendapatkan cobaan maka kita sering keluh kesah kepada Ibu, tak punya uang atau belum gajian kita sering kali meminjam uang pada Ibu dan masih banyak lagi peran Sang Ibu dalam Perjalanan Hidup Kita, pernahkah berfikir bila mana Sang Ibu Mogok atau tak mau ikut serta merawat, menjaga dalam membesarkan Suatu Keluarga maka apa yang terjadi ? dan ada dalam ajaran agama Islam dalam sebuah hadis yang menerangkan “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya”

Hari ibu memiliki banyak ungkapan khususnya di Indonesia banyak sekali mengartikan bahwasanya hari ibu merupakan hari kasih sayang dan ucapan terimakasih kepada para Ibu bisa dalam bentuk membebaskan semua pekerjaan yang setiap hari dilakukan, pemberian bunga, memberi kado istimewa, memperingati dengan mengadakan lomba semisal memasak dan memakai kebaya atau lomba – lomba yang lain terutama yang bertema pada aktivitas ibu sehari – hari, namun perlu di ingat bahwasanya semua aktivitas yang dilakukan untuk memperingati hari Ibu ini tak akan seimbang dengan semua pengorbanan ibu yang telah diberikan kepada kita atau keluarga.

Hari Ibu di Indonesia sudah di tetapkan pada tanggal 22 Desember yang diresmikan oleh Presiden Soekarno dengan dekret Presiden No.136 tahun 1953 yang bertepatan dengan ulang tahun ke-25 kongres Perempuan Indonesia tahun 1982, peringatan hari Ibu dulu bertujuan untuk merayakan semangat wanita Indonesia untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara. Hari Ibu terinspirasi oleh pahlawan – pahlawan wanita Indonesia seperti Kartini, Cut Nyak Meutia, Dewi Sartika, Resunan Said, Martha Christina Tiahahu, Maria Walanda Marawis, Nyai Ahmad Dahlan dan masih banyak lagi dan kongres ini bertujuan untuk meningkatkan hak – hak perempuan di bidang pernikahan dan pendidikan.

Sebelum kongres terbentuknya hari ibu bertingkat nasional ini melalui beberapa tahap kongres yang pertama di Yogyakarta 22 sampai 25 desember 1928 dalam kongres pertama ini menghasilkan terbentuknya Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) dan tahun 1929 berubah menjadi Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia (PPII). Kongres Kedua di adakan di Jakarta Tahun 1935 terbentuk Badan Kongres Perempuan Indonesia yang memiliki tujuan untuk menetapkan peran perempuan Indonesia untuk mendidik generasi baru yang sadar akan nilai nasionalisme. Kongres yang ke tiga di kota kembang, bandung pada tahun 1938 kongres ini menghasilkan kesepakatan bahwa tanggal 22 Desember di peringati sebagai Hari Ibu Di Indonesia, akhirnya Presiden Soekarno Mengukuhkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu Nasional dan diperingati setiap tahunnya yang bukan hari libur.

56 total views, 1 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *