Zulkifli Hasan Mengajak Seluruh Warga Dunia Perangi Narkoba

Narkoba merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan bisa ketagihan dan ini di dunia internasional sedang di larang untuk pembuatan, pengedar dan pemakai narkoba juga bisa terkena sanksi hukum khususnya di Indonesia bisa hukuman mati.

Narkoba singkatan dari Narkotika dan obat/bahan berbahaya, di Indonesia sering di sebut Napza singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif yang memiliki efek yang buruk seperti Halusinogen, Stimulan, Depresan, Adiktif dan dapat merusak tubuh.

Zulkifli Hasan yang sekarang menjabat ketua MPR RI menghimbau dunia internasional untuk mempererat kerjasama dalam memperanggi dan memberantas narkotika karena narkotika merupakan salah satu senjata dalam proxy war yang dapat melumpuhkan kekuatan negara yang disampaikan di dalam pidatonya di Konferensi Parlemen Internasional di Gedung Parlemen State Duma Rusia, Moskow.

gambar : amanat.news

Pada Konferensi Parlemen Internasional Zulkifli Hasan menyuarakan seruan seperti Bapak Presiden Republik Indonesia mengenai peran besar terhadap segala bentuk kejahatan narkotika, tindakan tegas BNN dalam pemberantasan narkotika dan di keluarkan perudang – undangan oleh parlemen untuk melawan peredaran narkotika. Menurut data BNN pengguna narkotika di Indonesia 5,9 juta dan mengalami peningkatan setiap tahunnya 13,6 % juga di tahun 2016 1,9 % dari kalangan pelajar atau mahasiswa sebagai perbandingan 2 dari 100 pelajar yang ada di Indonesia mengunakan narkotika dan korban meninggal akibat narkotika perharinya 40 sampai 50 jiwa.

Konferensi Parlemen Internasional mempunyai tujuan untuk saling meningkatkan kerjasama antar parlemen juga memperkuat kerangka hukum internasional di dalam memerangi penyebaran dan penggunaan narkotika serta pencegahan dan pengobatan pecandu narkotika sedangkan untuk tema yang dibahas di konferensi tersebut “Drug Dependence: Modern Approaches to Treatment and Rehabilitation”, “Improving the Legislative Regulation on the Fight against Illicit Drug Trafficking”, dan “Role of NGOs in Combating the Drug Threat”. Koferensi tersebut dihadiri juga pejabat tinggi Rusia, seperti Menlu Rusia Sergey Lavrov, Menteri Kesehatan Rusia Veronika Skvortsova dan Direktur United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC) Yuri Fedotov. Sejumlah pimpinan Parlemen dari 42 negara juga menghadiri konferensi tersebut, antara lain dari Iran, Pakistan, Ekuador dan Uzbekistan dan dari Indonesia juga di hadiri oleh Zulkifli Hasan selaku ketua MPR RI, duta besar Indonesia, beberapa delegasi anggota DPR RI seperti Dessy Ratnasari, Laila Istiana, yayuk basuki juga sekretaris Jenderal MPR RI Ma’aruf Cahyono. Selama di moskow Zulkifli Hasan juga mengadakan pembicaraan dengan Ketua Parlemen Equador, iran, Pakistan, dan Uzbekistan.

Di tahun 2015 terdapat 35 jenis narkoba yang dikonsumsi oleh pengguna narkoba yang berada di Indonesia.” untuk penanggulangan tidak cukup hanya pemerintah saja dan pemberian sanksi hukum tapi juga perlu mengedepankan penanaman nilai luhur bangsa Indonesia yang terdapat pada UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika”, ujar Zulkifli Hasan di saat Konferensi Parlemen Internasional.

64 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *