Basuki Babussalam : Meminta Kemendikbud Untuk Menarik Buku Yang Menjelaskan Yerusalem Ibu Kota Israel

Seluruh Warga Indonesia mengecam atas apa yang dilakukan Presiden Donald Trump terhadap Yerusalem yang dimana mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan ini memicu kecaman, kutukan, penentangan dari berbagai pihak khususnya Indonesia banyak sekali aksi – aksi yang dilakukan khususnya para pemimpin elit partai, tokoh – tokoh dan seluruh organisasi yang berada di Indonesia.

Presiden Donal Trump mengumumkan atas pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel juga dilakukan penolakan oleh Basuki Babussalam selaku Sekretaris DPW PAN Jatim dalam bentuk meminta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menarik semua jenis Buku yang menyebutkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel terutama di kalangan pelajar.

Menurut Basuki Babussalam, pendidikan merupakan pilar utama untuk keberlangsungan sebuah bangsa khususnya Indonesia maka dari itu harus  cermat, serius bila muncul materi pendidikan yang salah dan merupakan suatu kecerobohan. Bila mana ada kecerobohan maka harus di usut dengan jelas dan serius semua hal yang terkait dan ada penegakan hukum yang jelas dan serius atas kecerobohan tersebut.

Terkait apa yang di beritakan oleh Komite Sekolahan Kuala Lumpur (SIKIL) meminta Kemendikbud untuk menarik dan merevisi buku IPS kelas VI SD karangan Sutoyo dan Leo Agung yang dimana mencantumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel karena buku tersebut melukai perjuangan Indonesia di dalam mendorong kemerdekaan Palestina. Tidak hanya buku karangan Sutoyo dan Leo Agung yang menyebutkan Ibu Kota Israel adalah Yerusalem ada juga buku IPS SD yang di tulis Irawan Sadad Sadiman dan Sendy Amalia yang bisa diakses di website dengan alamat bse.kemdikbud.go.id.  dan sudah banyak yang melihat dan diunduh sekitar 378.458 Pengunjung.

131 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *