Daerah Yang Rawan Dan Menjadi Sorotan Bawaslu Jawa Timur Saat Pilkada

Pilkada 2018 semakin dekat dan tentunya banyak polemik-polemik permasalahan yang terjadi khususnya kecurangan pilkada sehingga Bawaslu harus bekerja keras,  tegas dan profesional  di dalam menyikapi kecurangan pilkada 2018.

Komisioner Bawaslu Jatim, Aang Kunafi ‘’mengatakan menjelang pemilihan Gubernur Jawa Timur, serta pemilihan Bupati tahun 2018, berbagai upaya pengawasan mulai dilakukan Bawaslu. Salah satunya, dia menyebutkan, yaitu memetakan daerah atau kabupaten kota yang rawan terjadi pelanggaran pemilu’’.

‘’Bawaslu Jatim sudah mengantongi sejumlah daerah yang dinilai rawan terjadi pelanggaran pemilu. Diantaranya di daerah Madura, tepatnya Kabupaten Bangkalan, Sampan, Pamekasan, dan Sumenep Serta di daerah Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Jember, dan Bondowoso,” sebutnya.

Bentuk kecurangan yang sering terjadi dan mengacu data pemilu sebelumnya diantaranya manipulasi suara, pemilih tidak hadir tapi dianggap hadir, dan politik uang, Meski bentuk-bentuk pelanggaran lain juga dimungkinkan terjadi.

Menurut Aang Kunaifi, koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Jatim dengan mengacu Indeks kerawanan pemilu (IKP), posisi Jatim dalam tingkat kerawanan masuk dalam kategori sedang dan beberapa provinsi yang masuk dalam kategori ini adalah Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Timur, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Riau, Lampung, Bali dan Jawa Tengah. Sedangkan provinsi yang tingkat kerawanannya tinggi adalah Papua, Maluku dan Kalimantan Barat.

53 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *