RANGKAIAN ACARA HARI JADI KEDIRI KE 1214 DI TAHUN 2018. AGENDAKAN…

Hari jadi kota kita tercinta Kediri pasti dinanti-nanti oleh sebagian besar warga Kediri. Karena  banyak rangkaian acara menarik yang disuguhkan oleh pemerintah kota Kediri.  Di awal tahun ini, ijinkan admin memberitakan rangkaian acara hari jadi Kediri ke 1214. Agar pembaca dapat mengagendakan dari jauh-jauh hari untuk dapat menyaksikan pertunjukan menarik tersebut.

  1. Gelar Tari Panji Kolosal dan Prosesi Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1214

Tampilan tari Panji Gumelar Sasanti mewarnai prosesi hari jadi Kabupaten Kediri yang diselenggarakan di depan terminal Gumul, pada tanggal 25 Maret 2018. Tarian ini dibawakan oleh 1214 siswa/siswi se-Kabupaten Kediri, dan diakhiri tarian 2 penari maju ke tenda kehormatan untuk memberikan bunga kepada Bupati Kediri.  Sebelumnya, 1214 penari Greget Jaranan Alit mengawali prosesi hari jadi Kabupaten Kediri.  1213 penari Greget Jaranan Alit terdiri dari Peserta tari 3 Korcam, yaitu dari Kecamatan Pare, Grogol dan Kras, tiap-tiap Korcam diwakili 100 siswa/siswi se-Kabupaten Kediri. Setelah tarian Panji Gumelar Sasanti selesai, dilanjutkan dengan iring-iringan penari yang terdiri dari anak-anak SMA di Kabupaten Kediri.

Iring-iringan tersebut menggambarkan tentang Legenda Kleting Kuning, Merah, Hijau, Yuyu Kangkang dan Panji Asmorobangun yang terbagi menjadi beberapa kelompok penari. Iring-iringan tersebut membawa replika dari Prasasti Harinjing yang merupakan bukti sejarah tentang Hari Jadi Kediri, dan juga dibacakan isi dari Prasasti Harinjing, beserta terjemahannya. Kemudian dilanjutkan dengan Tari Umbul-Umbul Panji Gumilang yang dibawakan oleh 1214 murid Sekolah Dasar se-Kabupaten Kediri. Tari Umbul-Umbul Panji Gumilang ini merupakan tari kolosal yang jumlah penarinya sama dengan Hari Jadi Kabupaten Kediri, yaitu 1214.

  1. Pekan budaya dan pariwisata Kabupaten Kediri 2018

Kawasan SLG(Simpang Lima Gumul) dipilih menjadi arena Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri yang diselenggarakan pada tanggal 8 Juli sampai dengan tanggal 14 Juli 2018. Pekan Budaya dan Pariwisata Kediri merupakan acara tahunan untuk mempromosikan kebudayaan serta pariwisata kota Kediri. Tahun 2017 lalu, gelaran mengangkat tema “Panji Balik Kampung-Semarak Bumi Panji”; menampilkan parade budaya dan pawai mobil hias, pameran pariwisata, budaya dan UMKM, pagelaran kesenian “art of the street”, tari kolosal 1000 barong nusantara, Kampung Panji dan Rumah Peradaban, serta lomba-lomba dan pentas kreativitas. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis. Untuk tema tahun ini panitia masih merahasiakan tema yang akan diusung agar warga semakin penasaran dan antusias untuk mengunjungi Pekan Budaya dan Pariwisata Kabupaten Kediri ini. Karena setiap tahunnya panitia selalu mempunyai ide cemerlang untuk menarik wisatawan baik dalam maupun luar Kediri untuk menikmati Budaya dan Pariwisata di Kediri.

  1. festival Panji Internasional

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadikan Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah penyelenggaraan Festival Panji Internasional yang rencananya berlangsung melewati empat provinsi yang akan dipusatkan di Kabupaten Kediri sebagai tuan rumah penyelenggaranya. Hal itu menyusul telah diakuinya Cerita Panji oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai sebagai warisan dunia dari Indonesia dalam kategori Memory of the World (MoW).

Sejak didaftarkan sebagai warisan budaya dunia pada tahun 2016, UNESCO secara resmi telah menetapkannya sebagai Memory of the World tertanggal 31 Oktober 2017. Cerita Panji adalah milik bangsa Indonesia. UNESCO telah mengakui asal usul cerita kebudayaan Panji dari Kediri.

Cerita Panji berkembang pada abad ke-13 pada masa Kerajaan Kediri. Hal ini menandai kebangkitan sastra Jawa setelah dibayangi epos besar Ramayana dan Mahabharata dari India yang telah masuk ke bumi Nusantara sejak abad ke-12. Selain populer di Pulau Jawa, cerita Panji saat itu juga menyebar hingga ke masyarakat di Pulau Bali. Cerita Panji hingga abad ke-18 kemudian menjadi salah satu karya populer dalam literatur di negara-negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Filipina, setelah disebarkan oleh para pedagang pada masa Kerajaan Majapahit. Rencananya pagelaran akbar ini akan diadakan di Convention hall SLG dimulai pada tanggal 24 Agustus dan berakhir pada tanggal 26 Agustus 2018.

  1. Festival Kelud 2018

Bertempat di Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar, festival yang diselenggarakan dari tanggal 15 sampai dengan 30 September 2018 ini terdiri dari Festival Buah, Tobong Art dan Kelud Volcano Run. Tobong Art menampilkan artis seni mancanegara yang berkolaborasi dengan seniman asli Indonesia. Selain itu, festival buah juga digelar di sekitar Gunung Kelud. Bagi yang ikut Kelud Volcano Run, peserta bisa menikmati pemandangan alam Gunung Kelud. Bahkan ada pagelaran tari, bazar UMKM dan Larung Sesaji Kelud.

791 kali dilihat, 50 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *